Make your own free website on Tripod.com

Edisi 7
Artikel 2

Home

Daftar Isi
Editorial
Berita Utama
Artikel 1
Artikel 2
Profil
Pendidikan 2
Kesehatan
Liputan Khusus
Humor
Suplemen

turkmen.jpg
Temanku, Turkoman
 

Temanku, Memet, Turkoman (orang Irak keturunan Turki), belakangan ini terlihat gelisah memonitor perkembangan situasi kota kelahirannya, Kerkuk yang semakin tidak menentu. Terlebih  dengan masuknya tentara Peshmerge-Kurdi ke daerah Mosul dan Kerkuk pasca tumbangnya rezim Sadam Husein. Memang kehadiran tentara Kurdi untuk menguasai daerah  yang dikenal kaya minyak tersebut  telah diperkirakan sebelumnya. 

Tayip bizi satt, keluh temanku, menilai keputusan akhir pemerintah Turki untuk tidak mengirim pasukannya ke Irak Utara yang dihuni oleh suku Kurdi dan bantuan dana dari Amerika sebagai kompensasinya. Maklum, ditengah krisis ekonomi di Turki, Pemerintah Turki sebelumnya berniat mengirimkan pasukannya kesana karena kekhawatiran berdirinya negara Kurdistan nantinya akan memicu gerakan sparatis Kurdi di wilayah Turki dan juga mengancam keselamatan Turkoman di wilayah Mosul dan Kerkuk.

Kematian bocah berumur sembilan tahun yang terbunuh oleh tentara Kurdi di Kerkuk menjadi momentum untuk menarik perhatian pemerintah Turki terhadap masalah tersebut. Sekitar 2000 orang Turkoman yang tinggal di Turki termasuk temanku Memet, melakukan demo di depan Gedung Parlemen menuntut Pemerintah Turki agar melakukan upaya agar tentara Kurdi segera menarik mundur dari wilayah Kerkuk dan Mosul.

Kebanggaan sebagai keturunan orang Turki kini tidak tampak di wajah teman-temanku Turkoman. Maklumlah sebelumnya mereka membanggakan privilege yang didapat dari pemerintah Turki yang terkadang menurutku privilege tersebut membuat iri pelajar-pelajar Turki sendiri.

Hampir seluruh dari 200 pelajar Irak yang belajar di Turki adalah orang Turkoman. Mereka sebagian besar menerima informasi tawaran beasiswa dari perkumpulan masyarakat Turkoman di Irak. Jika ditanyakan mengapa mereka mendapat beasiswa dari Pemerintah Turki, mereka akan menjawab, karena mereka orang Turkoman. Mereka masuk ke Turki dengan membawa dokumen perjalanan yang berbeda dengan yang biasanya. Bahkan mereka mendapat pembela khusus bila ada mahasiswa yang terkena masalah hukum di pengadilan sehingga mereka dapat dituntut bebas.

Entah mengapa, pelajar Irak Turkoman disini sering membuat keonaran. Dari masalah kecil yang membuat orang Turki terusir dari kamar asrama sampai keributan besar sehingga harus dijemput aparat keamanan. Masalah terakhir, adalah mereka  kedapatan menyimpan pistol-pistol di lokernya setelah seharian polisi mengeledah seluruh gedung asrama pria. Walaupun pistol itu hanya pistol mainan, tetapi bunyinya di keheningan malam yang menyerupai pistol aslinya menggangu konsentrasi belajar pelajar-pelajar yang tinggal di asrama. Seperti biasa mereka dimahkamahkan tetapi akhirnya bebas juga.

Menurut Memet, keributan yang sering dibuat pelajar Turkoman tidak lepas dari temperamen yang terbentuk karena kehidupan yang keras di Irak. Menurutnya, kehidupan di Irak serba tidak menentu. Bisa saja tentara Irak menjemput anggota keluarga untuk dieksekusi karena dituduh melakukan makar tanpa melewati prosedur hukum. Terlebih lagi, anak-anak Irak sudah terbiasa dengan pemandangan orang bersergam militer dan bersenjata setiap hari.

Mengenai masalah suku Kurdi, temanku menilai suku kurdi sebagai suku yang berbeda daripada yang lain. Berbeda dengan suku dan etnik lainnya di tanah Arab. Suku Kurdi  dinilai keberadaanya sering menggangu stabilitas negara dimana mereka bermukim.  Memet  mencontohkan keberadaan suku Kurdi di Irak, Turki, dan Suriah yang ingin memisahkan diri dan membentuk  Negara Kurdistan.

Walaupun begitu Ia tidak menyangkal bahwa tidak semua pribadi orang Kurdi mempunyai pemikiran yang sama sambil menyebut orang Kurdi yang Dindar (religious) cenderung mentaati perturan setempat dan menginginkan hidup dengan damai.

Lebih jauh Memet Turkoman mengkritik Uni Eropa yang mengedepankan masalah pelanggaran hak azasi manusia Suku Kurdi, padahal pelanggaran hak azasi manusia pada masa rezim Sadam Husein tidak hanya menimpa suku Kurdi saja, melainkan juga suku arab lainnya termasuk Turkoman.

Pembunuhan ribuan Turkoman pada rezim Sadam Husein contohnya tidak pernah diberitakan oleh media Internasional. Mengenai hal ini ia mencurigai niat Uni Eropa membantu Kurdi karena suku Kurdi memiliki potensi untuk mempengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah.

Mengenai masa depan daerah Mosul dan Kerkuk, warga Turkoman menginginkan  tetap bersatu pada Negara Kesatuan Negara Republik Rakyat Irak. Masa depan Irak ada ditangan rakyatnya sendiri, ujarnya.Sebagai penutup keluhnya, Memet memintaku untuk menjenguk site Turkoman Irak di:http://www.turkmencephesi.org

Penulis: Heru A.C.

basrachild.jpg
Senjata Biologis Irak