Make your own free website on Tripod.com

Edisi 3
Humor

Home

Daftar Isi
Redaksi
Berita Utama
Lanjutan Berita
Artikel 1
Artikel 2
Interview
Liputan Khusus
Kesehatan
Humor

SENYUM SIMPUL

 

PANDAI BERHITUNG

Suatu hari Bu Guru ingin tahu apakah si Thole sudah bisa berhitung atau belum. "Saya bisa berhitung," kata si Thole. "Hampir setiap malam ayah mengajari saya," tambahnya.

"Coba habis satu, berapa?" tanya Bu Guru. "Dua," jawab si Thole. "Bagus. Setelah itu?" "Tiga." "Pintar." "Kalau setelah tujuh, berapa?" tanya Bu Guru lagi. "Delapan." "Lalu?" "Sembilan." "Terus?" "Sepuluh." "Habis sepuluh?" "Jack

LAMARAN KERJA

Alkisah ada seorang sarjana "ting-ting", bermaksud mencari kerja di Kabelvision. Setelah melewati berbagai macam tes, maka dipanggilah si-"Sarjana" tersebut untuk diperiksa keabsahan surat-suratnya.

HRD: "Pak, coba liat ijasahnya.." Sarjana: "Ini Mbak", dengan memberi copy ijazah yang sudah dilegalisir.. dan lusuh. HRD: "Aslinya Mana Pak" Sarjana: "Jombang Mbak!", jawabnya dengan kalem..... .........

REBUTAN  KUE

Seorang ibu membeli sebuah kue bolu untuk dua anak lelakinya yang berusia 5 dan 3 tahun. Kedua anak tersebut mulai bertengkar pengen mendapatkan bagian yang pertama. Si ibu melihat inilah saat yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai moralkepada anak-anaknya.

"Seandainya Superman ada di sini, ia pasti akan berkata 'Silakan ambil duluan, aku belakangan saja'," kata si ibu sambil tersenyum. Kedua anak itu mendadak berhenti bertengkar. Bejo, sang kakak, menoleh ke arah adiknya sambil berkata, "Tejo, kamu yang jadi Superman!"

CRITIKAL LIMIT

Udah nonton CRITICAL LIMIT belum? Persis seperti adegan dalam film tersebut, tampak 11 orang tengah bergelantungan pada seutas tali di tebing pegunungan Himalaya. Tali itu sebenarnya hanya kuat menanggung beban 10 orang, jadi salah satudari mereka harus ada yang berkorban atau "dikorbankan". Untuk beberapa lamanya nggak ada satupun yang bersedia menjadi sukarelawan, sampai akhirnya salah satu dari mereka memecah kesunyian dan angkat bicara.

"Teman-teman, meskipun ini berat tapi demi kalian semua aku rela mengorbankan diri. Sampaikan salamku untuk seluruh keluargaku, dan katakan pada mereka kalau aku meninggal demi sesuatu yang mulia," katanya dengan penuh perasaan. 10 temannya yang lain terharu dan tanpa terasa bertepuk tangan.